Kemenperin Dorong Lulusan Pesantren Jadi Wirausaha Andal

POLITIKNKRI.Com-Kementerian Perindustrian terus berupaya menumbuhkan wirausaha di Tanah Air, salah satunya melalui program ‘Santripreneur’.

Program ini untuk mendorong penumbuhan wirausaha baru di lingkungan pondok pesantren, sekaligus menjadi implementasi dari Peta Jalan Making Indonesia 4.0 dalam pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah (IKM).

“Dengan program Santripreneur, santri masa kini dituntut untuk tidak hanya mendalami ilmu agama tetapi juga mampu berwirausaha,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat mengunjungi Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah di Sragen, Jawa Tengah, Jumat (22/3/2019).

Airlangga menuturkan, upaya konkret yang dilakukan pemerintah untuk mendorong jiwa wirausaha para santri, antara lain memfasilitasi dengan alat-alat produksi.

“Misalnya, di Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen ini, kami mengirimkan langsung mesin dan peralatan pembuat roti untuk dimanfaatkan para santri agar bisa produktif dan berwirausaha,” ujarnya.

Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) memberikan sejumlah bantuan alat, yaitu satu unit planetary mixer, satu unit spiral mixer (mesin pencampur adonan), satu unit proofer (mesin pengembang adonan), satu unit oven, satu unit mesin potong roti, satu unit lemari es, dan satu unit impulse sealer (alat perekat plastik).

Kemudian, 2 unit meja stainless, 10 unit unit loyang pelengkap oven, satu unit hand mixer, satu unit penggiling adonan manual, satu unit tabung gas beserta regulator dan LPG, satu unit timbangan digital, serta satu unit rak bakery pan. Alat-alat tersebut sudah dikirim sejak bulan lalu.

Kementerian Perindustrian telah menyiapkan beberapa program atau model untuk mengembangkan pemberdayaan ekonomi berbasis pondok pesantren.

“Model yang pertama adalah model Penumbuhan Wirausaha Industri Baru dan Pengembangan Unit Industri di lingkungan pondok pesantren atau dikenal dengan program Santri Berindustri,” jelasnya.

Model kedua, yakni program Santri Berkreasi, bertujuan untuk mendidik dan mengembangkan potensi kreatif para santri di bidang produksi digital dan mencetak creativepreneur di lingkungan pondok pesantren.

Selain itu, dalam rangka memacu implementasi industri 4.0 di sektor IKM, Kemenperin juga turut mendorong para santri dapat mengukuti program e-Smart IKM. Melalui e-Smart IKM, Kemenperin berupaya melakukan edukasi dan pembinaan terhadap IKM untuk masuk dalam e-commerce. Hal ini merupakan upaya konkret pemerintah untuk lebih memperluas akses pasar IKM dan memperbesar presentase produk Indonesia di e-commerce.

Berdasarkan data Kemenperin, sampai dengan tahun 2018, Direktorat Jenderal IKMA Kemenperin telah melatih sebanyak 5.945 pelaku IKM di seluruh Indonesia dan membukukan transaksi lebih dari 1,3 miliar pada tahun 2018 yang lalu, naik 773 persen dari transaksi tahun 2017 yang hanya sebesar Rp168 juta.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, tujuan dari kegiatan Santripreneur adalah menumbuhkan wirausaha baru di kalangan para santri, sehingga santri dapat menciptakan usaha-usaha baru di bidang industri.

Gati menambahkan, hingga saat ini, pihaknya telah membina sebanyak 22 pondok pesantren dengan lebih dari 3000 santri telah diberikan pelatihan produksi, serta motivasi kewirausahaan.

“Cakupan ruang lingkup pembinaan kami, di antaranya pelatihan produksi dan bantuan mesin atau peralatan di bidang olahan pangan dan minuman (roti dan kopi), perbengkelan roda dua, kerajinan boneka dan kain perca, konveksi busana muslim dan seragam, daur ulang sampah dan produksi pupuk organik cair,” ungkap Gati.

Artikel ini telah tayang www.suarakarya.id dengan judul Kemenperin Dorong Lulusan Pesantren Jadi Wirausaha Andal

 

 

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Facebook
Facebook
Instagram