Pemerintah Bentuk Tim Khusus Kawal Pemulihan Listrik di Sentani

POLITIKNKRI.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membentuk tim khusus untuk mengawal pemulihan listrik di wilayah yang terdampak banjir bandang di Sentani, Papua Barat. Tim ini diberi nama Inspektur Ketenagalistrikan.

“Kami menugaskan Inspektur Ketenagalistrikan secara bergantian demi memperbaiki jaringan listrik agar memulihkan kembali aktivitas perekonomian masyarakat,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan persnya, Rabu (20/3).

Pasca-banjir bandang hingga saat ini, inspektur ketenagalistrikan dan tim siaga PLN telah memulihkan enam penyulang (feeder). Sementara tim gabungan seperti Pemerintah Kabupaten dan Kepolisian Resor Sentani telah memulihkan empat jalur penyulang. Namun, masih ada beban yang padam dengan total daya sebesar 1,46 Megawatt (MW) di lima lokasi, diantaranya Desa Waibron,

Tablanusu, Tablasupa, Depapre, dan BTN Gajah Mada. Adapun dari total 104 unit gardu yang padam, ada 85 unit gardu distribusi yang saat ini sudah normal. Agung menjelaskan ada beberapa unit gardu yang memang sengaja dipadamkan untuk keamanan warga.

Pemadaman dilakukan karena dikhawatirkan terdapat bahaya aliran listrik pasca banjir bandang,” ujar dia. PLN akan terus melakukan pemulihan penyulang dan gardu induk secara berkala. Kementerian menargetkan pemulihan dengan besaran daya 20 kilo volt (kV) bisa diselesaikan hari ini, jika tidak ada banjir susulan dan kondisi cuaca yang mendukung.

Musibah ini telah menewaskan 104 orang. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan 97 orang korban meninggal di Kabupaten Jayapura dan 7 orang di Kota Jayapura.

Selain itu, terdapat 160 orang korban luka-luka dan 79 orang lainnya dinyatakan hilang. “Belum semua korban berhasil diindentifikasi,” kata Sutopo melalui keterangan tertulisnya, Rabu (20/3).

Jumlah pengungsi pun terus bertambah. Tercatat 9.691 orang mengungsi di 18 titik. Pendataan kerusakan bangunan akibat bencana juga terus dilakukan. Tercatat, 375 rumah rusak berat, 5 unit ibadah rusak berat, 8 sekolah rusak berat, 104 unit ruko rusak berat, 4 jembatan rusak berat, 4 ruas jalan rusak berat dan kerusakan bangunan lainnya.

Berbagai upaya penaganan darurat dilakukan oleh 2.317 personil dari 28 lembaga dan organisasi. Mereka melakukan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, pelayanan kesehatan, dapur umum, penanganan pengungsi perbaikan sara prasana darurat, dan lainnya.

Artikel ini telah tayang di katadata.co.id dengan judul Pemerintah Bentuk Tim Khusus Kawal Pemulihan Listrik di Sentani

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Facebook
Facebook
Instagram