Pede APBN Aman Bangun Tol Trans Sumatera, Pemerintah Udah Mitigasi Risiko Gagal Bayar

POLITIKNKRI.com – Jajaran Kementerian PUPR, Kementerian Perekonomian dan Kementerian Keuangan optimis proyek Tol Sumatera akan tuntas dan bermanfaat pada 2024 mendatang.

Pemerintah berharap program yang dilaksanakan kontraktor PT Hutama Karya (HK) siap mengabulkan mimpi Nusantara Tanpa Jarak, yang diangkat sebagai tema dialog, Rabu (6/3/2019).

Menggelar dialog di Hotel Adimulia Medan, Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Hery Trisaputra Zuna, yang menjadi salah satu narasumber mengatakan proyek jalan bebas hambatan ini akan dibiayai dengan beberapa mekanisme pembayaran.

Mekanismenya berbeda-beda, untuk setiap seksi proyek pembangunan jalan tol. Ada yang bersumber dari Penyertaan Modal Negara (PMN), Sekuritisasi aset. Ada yang dikerjakan dulu baru ditransfer, ada yang dibentuk perusahaan baru untuk pengerjaan seperti Hutama Marga Waskita pada proyek Tol Tebingtinggi – Kualatanjung dan Tebingtinggi – Parapat,” ujar Hery.

Untuk tol Terbanggi – Kayu Agung proses pembiayaannya, ujar Hery Trisaputra dilakukan dengan metode VGF (Viability Gap Fund), yang artinya pemerintah akan melakukan pembayaran setelah proyek tol
selesai dikerjakan kontraktor. Kemudian sekuritisasi aset diberikan untuk tol Bakauheni-Terbanggi Besar dan Pekanbaru-Dumai. Sedangkan pembiayaan yang bersumber dari PMN, adalah seperti pembangunan ruas tol Medan-Binjai, Palembang-Indralaya, BakauheniTerbanggi Besar, dan Pekanbaru-Dumai.

Pada tahun ini, pemerintah sudah mengucurkan anggaran sebesar Rp 5,6 Triliun sebagai bentuk penyertaan modal negara (PMN) pada program pembangunan tol trans Sumatera dari alokasi Rp 10,5 Triliun yang disepakati untuk tahun 2019.

“APBN kita tetap aman. Karena kita sudah merencanakan semuanya soal pembayaran. Kita juga sudah melakukan mitigasi risiko gagal bayar. Itu semua untuk menjaga kredibilitas proyek ini tetap baik, sehingga APBN kita terlindungi,” ujar Brahmantyo Isdijoso, Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara pada Kementerian Keuangan RI. Ia berharap masyarakat tidak kuatir terhadap optimisme pemerintah menggagas program tol trans Sumatera, meskipun perlu diketahui bunga pembayaran proyek mencapai 8-8,5 persen.

jika program tol trans Sumatera tuntas, menurut Kepala Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta maka Pulau Sumatera akan mendukung jaringan konektivitas Asian atau Asian Connectivity.

Secara geografis Sumatera paling dekat dan jadi pintu gerbang Indonesia untuk masuk ke Asia. Nantinya produk-produk unggulan Sumatera Utara bisa dengan mudah menembus Asean,” ujar Arif.

“Makanya jangan berpikir apa yang lebih dulu dibangun. Infrastruktur atau perekonomian, itu sama seperti telur dulu atau ayam dulu. Sebab pembangunan jalan tol pun cukup membantu perekonomian,” tambah Dekan FEB UI Prof Ari Kuncoro.

Direktur PT Hutama Karya, Bintang Perbowo dalam sela sela acara dialog Kupas Tuntas Tol Trans Sumatera mengatakan laba perusahaannya pada tahun 2019/8 sangat signifikan karena berbagai inovasi perbaikan metode kerja dan proyek yang dikerjakan perseroan.

Pendapatan ini diperkirakan juga terus bertumbuh karena sejumlah
proyek yang dikerjakan PT Hutama Karya adalah proyek Tol Trans Sumatera.

Disinggung berapakah biaya rata-rata untuk pembangunan proyek tol trans Sumatera per kilometernya, Bintang mengatakan Rp 170 Miliar/ Km.

Tidak jauh berbeda dengan proyek di Jawa. Di Sumatera rata-rata Rp 170 Miliar/Km tapi ada ruas yang tidak se-besar itu pembayarannya,” ujar Bintang, Rabu (6/3/2019).

Artikel ini telah tayang di medan.tribunnews.com dengan judul Pede APBN Aman Bangun Tol Trans Sumatera, Pemerintah Udah Mitigasi Risiko Gagal Bayar

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Facebook
Facebook
Instagram