Mantap! Sebanyak 7.093 Sambungan Jaringan Distribusi Gas Bumi Diresmikan di Sidoarjo

POLITIKNKRI.com – sudah tahu belum bahwa pada hari Jumat 1 Maret Menteri ESDM Iganasius Jonan meresmikan sebanyak 7.093 sambungan rumah (SR) jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (jargas) di Kabupaten Sidoarjo. Saat yang sama Jonan juga menyerahkan 196 paket konversi BBM ke LPG untuk nelayan kecil di Sidoarjo. Acara peresmian tersebut dipusatkan di Masjid Al Hikmah Perum Tas II Desa Kalisampurno, Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, dan dihadiri Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina Mas’ud Khamid, dan jajaran Kementerian ESDM.


Duh, mantap sekali Indonesia dibawah kepemimpinan Jokowi. Jonan, adalah satu dari sekian orang-orang baik yang hebat yang turut berbuat untuk negeri ini. Untuk siapa semua itu dilakukan, kalau bukan untuk kesejahteraan dan perbaikan kehidupan rakyat Indonesia.


Lucu dan mau ngakak saja jika masih sering kali kita mendengar nyinyiran Jokowi bohong, Jokowi tidak menepati janji? Lha, memangnya jika presidennya bukan Jokowi ada jaminan Indonesia menjadi lebih baik dari kondisi sekarang ini? Kenapa tidak melihat dan berpikir dengan positip, kenapa harus selalu negative dan pesimis sih? Faktanya, selama periode Jokowi sudah banyak sekali usaha yang dilakukan Jokowi untuk rakyat Indonesia. Membangun Indonesia bukan seperti cerita Roro Jonggrang yang membangun seribu candi dalam satu malam!


Supaya Indonesia bertambah pintar dan terbuka, banyak hal yang harus dibenahi oleh Jokowi. Puji Tuhan, Alhamdulillah orang baik seperti Jokowi juga dikelilingi dan diberikan orang-orang baik seperti Pak Jonan ini.

Menyadari potensi gas di negeri kita yang kaya ini maka dimanfaatkan untuk membangun jargas yang lokasinya di Sidoarjo. Dibangun dengan menggunakan dana APBN tahun 2018, sedangkan pasokan gas berasal dari Lapindo Brantas Ltd sebesar 0,4 mmscfd. Jargas telah dibangun di 7 desa yaitu Desa Banjar Panji, Banjar Asri, Penatarsewu, Sentul, Kalisampurno, Kedensari dan Boro.


Bahkan Jonan menambahkan dengan memanfaatkan dana APBN, pemerintah juga akan membangun jargas bagi rumah sederhana, rusun sederhana dan daerah-daerah yang telah tersedia pasokan gasnya. Wow….mantul sekali!


Memang sih ini bukan kali pertama jargas dibangun di Sidoarjo, tetapi ini salah satu langkah keseriusan pemerintah memperbaiki taraf hidup masyarakat.


Ini merupakan kali kelima jargas dibangun di Kabupaten Sidoarjo. Jargas pertama kali dibangun tahun 2010 sebanyak 4.061 SR. Selanjutnya 2.457 tahun 2011, tahun 2012 sebanyak 2.230 SR, tahun 2014 sebanyak 1.702 dan terakhir 2018 mencapai 7.093 SR. Total jargas yang dibangun di Kabupaten Sidoarjo sebesar 17.543 SR,” kata Jonan kepada wartawan di Perumtas II Sidoarjo, Jum’at (1/3/2019).


Langkah berikutnya selain Sidoarjo, untuk Provinsi Jawa Timur, jargas juga secara bertahap akan dibangun di Kota Surabaya, Kabupaten Mojokerto, Kota Pasuruan dan Kota Probolinggo. Total jargas yang terbangun di Jawa Timur hingga saat ini sebanyak 65.961 SR.
Apa sih keunggulan jargas sebenarnya?


Jargas memiliki banyak keunggulan, yaitu aman, bersih, hemat serta praktis karena tersedia 24 jam. Bahkan penggunaan jaringan gas ini juga akan menekan pengeluaran karena lebih hemat. Untuk jangka panjang kedepannya akan meningkatkan daya beli masyarakat.


Penasaran mau tahu bagaimana respon masyarakat setempat?


Menurut Jumaiyah (44) warga perumnas II blok P nomor 3 mengaku bahwa dengan adanya sambung jargas ini lebih efisien karena tidak perlu angkat-angkat tabung gas. Selain itu juga lebih ngirit.


“Lebih irit, dan penggunaan sangat praktis. Serta tidak takut habis, bila ada apa-apa bisa dimatikan dengan valvenya di tutup,” tandas Jumaiyah.


Waduh, menurut penulis sih ada nilai lebihnya lagi. Dengan adanya jargas ini kwalitas hidup masyarakat menjadi lebih baik, tetapi mungkin masyarakat perlu sosialisasi lebih luas terkait cara menyalakan kompor yang aman, lebih sering untuk mengedukasi mereka supaya mereka juga makin maju.


Selain jargas, dikesempatan yang sama, Jonan secara simbolis membagikan paket konversi BBM ke LPG untuk 196 nelayan kecil tahun anggaran 2018. Harapannya dengan menggunakan LPG sebagai bahan bakar melaut, penghematannya dapat mencapai Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per hari.

Jumlah yang cukup besar bagi para nelayan kecil. Adapun paket konversi BBM ke LPG yang dibagikan tersebut terdiri dari mesin penggerak, tabung LPG 2 unit beserta isinya, konverter kit berikut aksesorisnya (reducer, regulator, mixer,dll) serta as panjang dan balingbaling.


Ini bagian dari program pemerintah dalam upayanya menyediakan energi alternatif yang dapat digunakan masyarakat, termasuk nelayan.

Maksudnya, LPG itu lebih ramah lingkungan karena emisi yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan dengan BBM. Konversi BBM ke LPG menjadi bentuk perlindungan lingkungan untuk generasi Indonesia dimasa datang.


Nah, bagitu para pembaca Seword, masih kurang yakin Indonesia semakin maju bersama Jokowi? Banyak-banyak membaca dan mencari informasi yang sehat, serta berada dilingkungan yang tepat supaya wawasan bertambah.

Indonesia bersama Jokowi dan para menterinya yang hebat tidak pernah mengenal lelah untuk terus berbuat dan berbuat supaya setiap dari kita rakyat Indonesia bisa merasakan kesejahteraan.


Artikel ini telah tayang di seword.com dengan judul Mantap! Sebanyak 7.093 Sambungan Jaringan Distribusi Gas Bumi Diresmikan di Sidoarjo.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Facebook
Facebook
Instagram