Amankan Pemilu, Tim Gabungan Polres Kerahkan 700 Personel

POLITIKNKRI.com – Berdasar prediksi dan analisa daerah kerawanan, semua daerah di Sragen masuk dalam katehori hijau atau aman, tetapi potensi-potensi gangguan tetap saja ada, sehingga tetap harus ada antisipasi.


Jajaran Polres Sragen bakal mengerahkan 2/3 personel kekuatan atau sekitar 700 orang, dalam pengamanan tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Kekuatan masih ditambah dengan bantuan pasukan Brimob dari Polda Jateng.


Hal ini dikemukakan Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan, usai ditemui acara penandatanganan kerjasama pengamanan tahapan Pemilu 2019, dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen.


Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati (Wabup) Dedy Endriyatno, Ketua KPU Minarso beserta para komisioner, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Dwi Budhi Prasetyo dan para Kapolsek jajaran Polres Sragen.


“Naskah kerjasama KPU dengan Polres Sragen, antara terkait dengan tukar menukar informasi dan data serta bantuan personel untuk pengamanan tahapan Pemilu 2019,” kata Kapolres.


Pengamanan itu mulai awal sampai pelaksanaan Pemilu 2019 selesai, sampai pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI dan anggota DPR serta DPD pada 20 Oktober 2019 mendatang.


Kapolres mengungkapkan, pihaknya mendapat bantuan pasukan dua peleton Brimob dari Polda Jawa Tengah. Pasukan itu bakal disiagakan di dua titik, yakni di Gemolong dan Gondang, yang mendukung daerah-daerah di sekitarnya. Dua titik wilayah itu dipilih karena pertimbangan dekat dengan daerah-daerah sekitarnya.


“Dari Gondang memback up wilayah Timur, dari Gemolong mendukung wilayah Barat,” tandasnya.


Kekuatan itu masih ditambah dukungan dari Kodim 0725/Sragen dan Batalyon 408/Suhbrastha, bila memang dibutuhkan.


Sementara Ketua KPU Minarso mengatakan, kerjasama KPU Sragen dengan Polres Sragen itu meniru kerjasama yang ada diatasnya. Yakni KPU RI dengan Mabes Polri, KPU Provinsi Jawa Tengah dengan Polda Jawa Tengah.


Dari atas sudah didesain, untuk pengamanan di Pemilu 2019 memang wilayahnya Polri,” katanya. Minarso mengungkapkan, untuk pengamanan penyimpanan dan pengiriman logistik Pemilu 2019, bakal dikawal dan dijaga personel Polri.


Wabup Dedy menandaskan, Pemilu 2019 berbeda dengan Pemilu 2014 dan beban para penyelenggara semakin berat. Sebab, yang digelar tidak hanya Pemilihan Legislatif (Pileg) untuk memilih para anggota DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI dan DPD, tetapi juga untuk memilih presiden dan wakil presiden.


“Meski berat tetapi Pemilu 2019 harus berjalan dengan baik, aman dan lancar. Ini juga butuh peran serta dan partisipasi masyarakat, tidak hanyapenyelenggara, pemerintah dan aparat keamanan saja,” tegasnya.


Pemilu 2019 juga jadi parameter untuk pelaksanaan Pemilu 2024, yang rencananya juga akan menyertakan pemilihan kepala daerah.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Facebook
Facebook
Instagram