Geger!! Teroris Tidak Tidur

POLITIKNKRI.com – WARNING bagi kita semua. Teroris tidak pernah tidur. Meski dalam beberapa bulan ini aksinya (bom bunuh dirinya) sudah tidak ada lagi, itu bukan berarti mereka diam atau mati. Mereka masih hidup dan bergerak. Bahkan mungkin mereka sedang menghimpun kekuatan dan merencanakan aksi-aksi biadabnya.

Bukti terbaru teroris itu tak pernah tidur adalah tertangkapnya eks narapidana terorisme bernama Harry Kuncoro (41) di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 3 Januari 2019. Tertangkapnya Harry Kuncoro ini baru sampai ke publik oleh Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol, Dedi Prasetyo, di Mabes Polri.

Harry Kuncoro alias Wahyu Nugroho alias Uceng mau terbang ke Suriah melalui Iran. Yang mendanai kepergian Harry ke Suriah tidak tanggungtanggung, yakni Muhammad Syaifudin alias Muhammad Yusuf Karim Faiz alias Abu Walid. Warga negara Indonesia (WNI) ini menjadi algojo di kelompok radikal ISIS di Suriah dan memiliki pengaruh dan peran besar di kelompoknya.

Harry Kuncoro sendiri bukan orang biasa. Dia sudah empat kali ditangkap kepolisian terkait kasus teroris. Sebelumnya, Harry Kuncoro diduga terlibat kasus Bom Bali II, kasus rencana bom di Jakarta dan rencana penyerangan di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Terlepas dari tertangkap Hari Kuncoro itu, kita semua harus tetap waspada terhadap mantan-mantan eks teroris dan keluarganya. Salah satu kewaspadaan yang paling bijak kita lakukan adalah terus mengadakan pendekatan kemanusian kepada mereka. Pemerintah sendiri sudah melakukannya dengan memfasilitasi pertemuan eks napi teroris dengan orang yang menjadi korban teroris.

Kewaspadaan terhadap mantan-mantan teroris ini bukan berarti kita memusuhi atau curiga berlebihan kepada mereka. Mereka tetap saudara terbaik kita. Tapi kita semua tentunya tidak menginginkan teroris kembali beraksi.

Rentetan serangan teror yang terjadi di Surabaya pada Minggu (13/5/2018) lalu, jangan lah kita lupakan. Serangan tiga bom bunuh diri di tiga gereja berbeda yang dilakukan teroris menggetar batin kita. Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan bangunan, tapi juga menelan 13 korban tewas, enam di antaranya pelaku yang merupakan satu keluarga.

Kerusuhan dan penyanderaan yang terjadi di Rutan Mako Brimob, Depok, yagng terjadi dari Selasa (8/5) malam sampai Kamis (10/5) pagi di bulan Mei 2018, juga jangan kita lupakan. Kejadian yang diotaki tahanan teroris itu tidak hanya menewaskan lima polisi, tapi juga menurunkan kewibawaan Polri.

Polri dengan Densus 88-nya dikenal dunia sebagai pasukan yang sangat tangkas dalam mengungkap berbagai jaringan teror di Indonesia ‘kecolongan’ dengan terjadi tragedi di Mako Brimob tersebut.

Ancaman teroris masih ada. Di depan mata kita. Bahkan aksinya masih menjadi ancaman nyata bagi kelangsungan hidup repulik ini. Karena itu, kita semua memerangi. Tidak hanya TNI dan Polri, tapi kita semua. Kita harus bersatu padu ikut mengenyahkan teroris sampai keakar-akarnya.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Facebook
Facebook
Instagram