Rutin Makan Ayam Goreng Menambah Risiko Kematian pada Perempuan

POLITIKNKRI.Com-Kebanyakan orang tahu makanan yang digoreng sangatlah tinggi kalori dan sadar jika makanan seperti itu sebaiknya dikurangi. Penelitian terbaru yang dipublikasikan di BMJ mengungkapkan betapa buruknya dampak yang didapat tubuh dalam jangka panjang jika secara reguler orang mengonsumsi makanan yang digoreng seperti ayam goreng, ikan/seafood goreng atau kentang goreng.

Menurut Standard Evening, tim peneliti dari Universitas Iowa menemukan hubungannya antara memakan makanan yang digoreng secara reguler dan semakin bertambahnya risiko kematian yang lebih cepat di antara perempuan yang telah mengalami masa menopause. Para ilmuwan ini melakukan survei pada 106.966 perempuan di kisaran umur 50 hingga 79 tahun sekitar pola diet mereka di antara tahun 1993 hingga 1998. Penelitian dilanjutkan dengan mengecek kesehatan mereka pada tahun 1997 dimana 31.588 telah meninggal.

Melakukan analisa dan studi perbandingan terhadap gaya hidup, kualitas diet serta pendidikan dan penghasilan para responden ini, mereka berkesimpulan jika makan makanan yang digoreng secara reguler berasosiasi dengan tingginya risiko kematian dari berbagai penyebab, terutama kematian yang berhubungan dengan penyakit jantung. Mereka yang memakan gorengan lebih dalam satu porsi tiap harinya memiliki risiko kematian 8 persen lebih tinggi dibanding mereka tidak memakan gorengan. Temuan lain adalah tidak ditemukannya bukti jika memakan gorengan berasosiasi dengan kematian karena kanker.

Yang dianggap memiliki risiko kematian yang lebih tinggi adalah mereka yang reguler memakan ayam atau ikan goreng. Satu porsi ayam goreng setiap harinya mempertinggi risiko kematian dari penyakit apapun 13 persen dan yang berhubungan dengan jantung 12 persen. Sementara itu, satu porsi atau lebih ikan/seafood goreng setiap hari memiliki kemungkinan kematian dari isu kesehatan apapun 7 persen lebih tinggi dan yang berhubungan dengan jantung 13 persen.

Dalam artikel ini juga disebutkan, walau jumlah responden yang terlibat dalam penelitian ini sangat banyak dan beragam dalam penelitian ini, kemungkinan jika hasil penelitian ini tidak akurat, karena ada beberapa faktor perancu tak dikenal, sangatlah mungkin terjadi. “Kami mengidentifikasi faktor risiko untuk kematian yang disebabkan oleh kardiovascular yang bisa dimodifikasi dalam gaya hidup seseorang. Namun, mengurangi konsumsi makanan yang digoreng, terutama ayam dan ikan/seafood goreng, secara klinis dapat memberi pengaruh yang berarti bagi kesehatan publik secara luas,” terang penulis utama penelitian ini. 

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Facebook
Facebook
Instagram