Tas Hitam Bikin Heboh, Ternyata Isinya Mengejutkan..!!

POLITIKNKRI.com – Tas hitam di teras rumah salah seorang warga RT 43 Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, sempat bikin heboh warga setempat, Jumat (18/1/2019). Pasalnya, tas hitam berbahan kulit itu diduga berisi bom.

Warga pun langsung melaporkan kepada polisi. Hasil identifikasi tim penjinak bom dari Unit Gegana Satuan Brimob Polda Kaltara, tas yang ditemukan warga pada pagi hari, itu hanya berisikan pakaian. Diduga, tas tersebut tertinggal dari pemiliknya.

“Setelah dibuka isinya hanya pakaian-pakaian. Itu ada 4 lembar baju perempuan, 2 lembar baju laki-laki, 2 lembar sarung, 2 lembar jilbab dan 1 celana dalam. Tidak ada identitas,” ujar Wakapolres Tarakan Kompol Rizky Fara Shandy saat konferensi pers kepada awak media.


Awalnya, lanjut Rizky, aparat kepolisian yang bertugas di Polsek Tarakan Timur menerima laporan dari ketua RT 43 Kelurahan Karang Anyar, sekira pukul 7 pagi. Temuan itu dilaporkan setelah warga tidak mau mengambil risiko untuk membukanya. Karena berkembang isu terkait isi dalam tas tersebut. Mulai dari dugaan bom dan dugaan lain.

“Termasuk tadi sempat dirubung lalat,” ungkapnya.

Tidak lama setelah mendapat laporan, personel Polsek Tarakan Barat tiba di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan area dari kerumunan warga, sembari menunggu kedatangan tim penjinak bom dari Brimob Polda Kaltara.

“Kurang lebih 15 menit, Brimob sudah ke TKP mensterilkan area. setelah di X-Ray tidak ditemukan material yang mengarah ke bom,” bebernya.

Meskipun tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah terhadap material bom, tas mencurigakan itu tetap diamankan oleh aparat untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Tas tersebut kemudian dibawa ke area steril di Mako Brimob Polda Kaltara untuk diperiksa. Ternyata, kata Rizky, isinya hanya pakaian dan tanpa identitas pemiliknya.

“Polsek Tarakan Barat beserta Bhabinkamtibmas sedang mencari pemiliknya siapa. Jadi, masih mengumpulkan keterangan-keterangan atau mungkin masyarakat ada yang merasa memiliki tas itu, silakan saja. Nanti menghubungi Polsek Tarakan Barat atau Bhabinkamtimas. Tidak ada sanksi hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Brimob Polda Kaltara melalui Waka Sub Den Gegana Ipda Anggit Pratama, mengaku saat menangani laporan warga terkait tas hitam tersebut, langsung membagi anggotanya dalam dua tugas.

Satuan teror bertugas mensterilisasi tempat dan mengimbau kepada masyarakat agar tidak mendekat. Sedangkan unit penjinak bom melaksanakan identifikasi. Bahkan, pihaknya juga menggunakan sejumlah peralatan pendeteksi dan penjinak bom.

“Setelah kami laksanakan identifikasi dengan penggunaan beberapa alat seperti X-Ray, tidak ditemukan suatu rangkaian bom, tetapi hanya berisi pakaian-pakaian,” ujar Anggit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Instagram