Cerita Haru Putri Penjahit Lolos CPNS Kementerian Agama

POLITIKNRI.com – Anis Lathifah Ulfah tak pernah bercita-cita menjadi Pegawai Negeri Sipil(PNS). Anis ingin menjadi seorang dokter gigi.

Peluang pendaftaran CPNS sempat ditepis oleh dara berusia 23 tahun. Namun, dia berubah pikiran sejak sang ayah mengeluarkan pernyataan yang membuatnya terhenyak.

Dikutip dari laman Kementerian Agama (Kemenag), Jumat 22 Maret 2019, Anis mengaku ingin masuk ke Fakultas Kedokteran Gigi di salah satu perguruan tinggi negeri. Dua kali mengikuti tes masuk, upayanya kandas.

Lalu, suratan tangan membawanya untuk kuliah di Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. “ Aku pun berhasil menyelesaikan Sarjana Pendidikan, dan diwisuda pada 10 Oktober 2018 lalu,” kata dia.

Tak lama dari waktu wisuda, pembukaan CPNS serentak dibuka. Banyak orang mulai bersiap melamar jadi PNS. Tapi, wanita itu tak tertarik.

Kebetulan, aku juga telah memiliki pekerjaan. Sebelum diwisuda, aku telah mengajar di salah satu SMK Swasta di Bandung,” kata dia.

Hati Goyah

Suatu ketika sang ayah ingin Anis mendaftar CPNS Kemenag karena formasinya cukup banyak. Tapi, dia menolaknya. “ Aku tak ingin ikut ujian CPNS,” kata dia.

Mendengar perkataan itu, sang ayah tak bisa menyembunyikan rasa kecewa dari raut wajahnya. “ Kalau Bapak umurnya sedikit lagi bagaimana?” tanya dia.

Sejak saat itu, ayah Anis tak mengajaknya bicara. Wanita itu menangis. Tak menyangka kata-kata itu keluar dari sosok Bapak.

Orang yang selama ini paling sabar menghadapiku. Hatiku pun goyah. Aku mulai memantapkan langkah untuk sekedar mengikuti tes CPN,” kata dia.

Anis mengikuti tahapan awal seleksi Computer Assisted Test (CAT). Niatnya ingin memberikan bukti bahwa telah ikut tes CPNS.

“ Sekedar menghilangkan rasa canggung karena aku telah membuatnya kecewa,” kata dia.

Tak disangka, dia berhasil melalui CAT dengan mulus. Dia mendapatkan skor cukup tinggi dan berhak mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB). Pada tahap ini, dia mendengar banyak orang ingin diterima.

‘Beruntung kalau kamu lulus PNS. Orang lain mah harus nunggu bertahun-tahun,’ ujar seorang yang kutemui saat SKB. Lagi-lagi perkataan itu ku tanggapi dengan tersenyum saja,” kata dia.

Berbuah Pujian Ayah

Ketika pengumuman CPNS, tanggal 15 Januari 2019, pengumuman CPNS Kemenag keluar. Ada nama Anis di dalam daftar peserta yang lolos.

Kabar gembira itu segera diberitahukan kepada sang ayah. Keesekokan harinya, pesannya dibalas dengan “ Alhamdulillah, syukur Nis bapak bangga.”

Air mata Anis tumpah. Ayahnya jarang sekali memuji. Dia adalah seorang yang pendiam.
Mengetahui kenyataan aku bisa membuatnya bangga, adalah sebuah kebahagiaan yang tak bisa terucap kata,” kata dia.

Siap Bahagiakan Sang Ayah

Ingatan Anis melayang ketika ayahnya hadir di wisuda sarjana. Sang ayah harus berjalan dengan tongkat.
Ya, pada Februari 2018 kaki Bapak patah akibat kecelakaan sewaktu membeli kain sebagai bahan jahitan,” kata dia.

Anis juga terbayang dengan perjuangan sang ayah membiayai anak-anaknya dengan usaha jahitan yang dimiliki. Dikatakan bahwa sejak pagi buta sampai tengah malam, sang ayah bekerja mencari nafkah.

“ Pernah suatu kali tangannya terluka hebat karena terluka akibat mesin pemotong kain,” kata dia.

Anis mengatakan pengorbanan sang ayah tak pernah sia-sia. Kabar Anis diterima jadi CPNS Kemenag membuat bapaknya bahagia. Dua tahun sebelumnya, sang adik diterima di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.

Teruntuk Bapak, ini semua adalah jawaban atas doa-doa mu. Kini tugasku untuk membahagiakanmu. Salah satunya menjalani kewajiban, menjadi CPNS Kemenag,” kata dia.

Artikel ini telah tayang di dream.co.id dengan judul Cerita Haru Putri Penjahit Lolos CPNS Kementerian Agama

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Facebook
Facebook
Instagram