Pembangunan PLTA Batang Toru Diklaim Mampu Percepat Proyek 35 Ribu MW Pemerintah

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana, Sabtu meninjau kemajuan pembangunan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru.

 

Pembangkit listrik yang berlokasi di Desa Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara ini berkapasitas 510 MW (4×127,5 MW) dan merupakan salah satu proyek percepatan pembangkit listrik 35.000 MW.

Dirjen Ketenagalistrikan dan tim memastikan kemajuan proyek PLTA yang Batang Toru dibangun diarea seluas 650 hektar dan mempekerjakan sekitar 600 orang tenaga kerja tersebut. PLTA yang telah melakukan financial close di tahun 2017 ini tengah memasuki tahap konstruksi dan diperkirakan dapat beroperasi komersial (COD) pada tahun 2022.

Dengan dibangunnya PLTA Batang Toru ini diharapkan dapat menambah dan memperkuat pasokan listrik Sumatera. Khususnya di Provinsi Sumatera Utara, dimana PLTA Batang Toru akan digunakan sebagai peaker (pemasok listrik saat beban puncak terjadi) di Sistem Tenaga Listrik Sumatera.

Nantinya listrik yang dihasilkan PLTA Batang Toru ini akan disalurkan melalui jaringan transmisi 275 kV milik PT PLN (Persero). PLTA Batang Toru diharapkan juga dapat menyumbang penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) setara dengan 383 Juta USD atau sekitar lima triliun rupiah per tahun.

“Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk terus menekan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik, untuk menjaga tarif listrik kepada masyarakat tetap kompetitif untuk industri dan terjangkau masyarakat,” katanya dalam keterangan persnya (17/3/2019).

Manfaat lain dari pembangunan PLTA Batang Toru antara lain meningkatkan bauran energi terbarukan, mengurangi emisi karbon, peningkatan pendapatan pemerintah daerah, dan menambah lapangan kerja. Penambahan daya listrik dari PLTABatang Toru serta meningkatnya kehandalan sistem kelistrikan di Kabupaten Tapanuli Selatan diharap dapat meningkatkan Rasio Elektrifikasi yang saat ini mencapai 82,32 persen.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Instagram