Kementerian Perdagangan Targetkan 10 Perjanjian Perdagangan Baru di 2019

POLITIKNKRI.com – Kementerian Perdagangan RI menargetkan akan menyelesaikan 10 perundingan perdagangan lagi pada tahun ini. Pemeritah juga akan meninjau kembali Indonesia-Jepang Economic Partnership Agreement.

Kesepuluh perundingan dagang tersebut di antaranya dengan Iran, Uni Eropa, Mozambik, Turki, Tunisia, Bangladesh, dan Korea Selatan. Selain itu, akan dilakukan penyelesaian perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership, ASEAN Economic Community, ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Agreement, dan ASEANIndia Free Trade Agreement.

Menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita , perundingan dagang tersebut dilakukan untuk menambah kapasitas ekspor Indonesia. Selain pasar konvensional, Indonesia juga berupaya untuk mencari peluang pasar baru.

Tahun ini, Enggar mengatakan, Kementerian Perdagangan menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas sebesar 7,5 persen atau sebesar 175 miliar Dolar AS. “Target pertumbuhan ekspor ditetapkan dengan pertimbangan kondisi ekonomi global yang saat ini sedang melambat,” ujar dia di Jakarta, Kamis, 14 Maret 2019.

Dia mengatakan, terdapat tiga hal penting yang akan dilakukan Kementerian Perdagangan dalam mencapai target pertumbuhan ekspor. Upaya pertama adalah mengembangkan sistem informasi terpadu di Kementerian Perdagangan. Sementara, upaya kedua adalah simplifikasi peraturan dan prosedur ekspor serta impor.

Ketiga, yaitu menyukseskan perjanjian perdagangan, misi dagang, dan trade expo,” ujarnya. Ia mengatakan, Pesidden juga mengarahkan supaya terjadi percepatan di era digital agar mampu bersaing dengan negara-negara di dunia, khususnya dengan negara di kawasan ASEAN.

Enggar menambahkan, Kementerian Perdagangan juga akan mengoptimalkan peran perwakilan perdagangan di luar negeri. “Kami akan memantau potensi peningkatan nilai ekspor di masa depan. Atase perdagangan juga perlu mengubah perilakunya yang birokratis menjadi intelijen pasar yang gesit dan responsif,” ujar dia.
Ekspor CPO ke Mesir

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Arlinda, mengatakan bahwa Kementerian Perdagangan telah memfasilitasi kontrak dagang antara Perusahaan Induk Perkebunan PTPN III (Persero) dan PT Chita Agri Indonesia. Kontrak ditandatangani dengan salah satu perusahaan pengolahan dan distribusi minyak sawit Mesir Oleo Misr Co.

Pada kontrak dagang tersebut, Perkebunan PTPN III (Persero) akan menyuplai minyak kelapa sawit sebesar 10.000—16.000 MT/bulan dengan nilai 100 juta Dolar AS selama 2019. Sedangkan, PT Chita Agri Indonesia akan menyuplai minyak kelapa sawit sebesar 4.000—5.000 MT/bulan dengan nilai 30 juta Dolar AS.

Bila estimasi harga minyak kelapa sawit 5000 Dolar AS/MT, Arlinda mengatakan, maka potensi transaksi yang akan dihasilkan kedua perusahaan tersebut mencapai 130 juta Dolar AS. “Ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke Mesir cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Dengan kedekatan Indonesia-Mesir, kita optimistis mampu menggarap potensi pasar Mesir. Selain itu, Mesir dapat dijadikan sebagai hub untuk memasarkan produk minyak kelapa sawit Indonesia ke Afrika,” ujarnya.

Kesepakatan kontrak dagang itu dilakukan dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan Indonesia dengan perusahaan Mesir. Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Direktur Pemasaran Perkebunan PTPN III (Persero) Kadek K Laksana, Direktur PT Chita Agri Indonesia Machiko Nacih Surjadi, dan CEO Oleo Misr Co Mohamed Hussein Radwan.

Artikel ini telah tayang di pikiran-rakyat.com dengan judul Kementerian Perdagangan Targetkan 10 Perjanjian Perdagangan Baru di 2019

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Facebook
Facebook
Instagram