Kementan Dorong Penerapan Sistem Peternakan Organik

POLITIKNKRI.Com-Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus berupaya mendorong penerapan sistem pertanian organik subsektor peternakan. Pilot projek telah dilakukan di 6 provinsi, di antaranya Jabar, Bali, Kaltim, Riau.

“Kami berharap akhir 2019 atau awal 2020 peternakan organik sudah berjalan, produk tersedia di pasar dan tersertifkasi serta sistem peternakan organik sudah implementatif,” ujar Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Kementan, Fini Murfiani, di Jakarta, Selasa (12/03/19)

Fini mengungkapkan konsumsi komoditas organik sekarang mulai menjadi tren gaya hidup, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat atas kesehatan.

“Peluang pasar komoditas organik di dunia masih sangat luas dan Indonesia harus berupaya secara maksimal untuk dapat menciptakan produk pertanian khususnya peternakan organik,” ujarnya.

Data survei 2017 FiBL (Lembaga Riset Pertanian Organik) dan IFOAM-Organics International (Organisasi Organik Internasional) menyebutkan pemasaran pangan organik secara global tahun 2015 telah mencapai sekitar 75 juta euro dan akan terus bertambah.

Di seluruh dunia telah ada sekitar 179 negara yang berkecimpung dalam kegiatan organik dengan 3 negara produsen organik tertinggi, yakni India (585.000 unit usaha), Ethiopia (203.602 unit), dan Mexico (200.039 unit).

Sementara konsumen organik terbesar adalah Amerika Serikat (35,8 juta euro) diikuti oleh Jerman (8,6 juta euro) dan selanjutnya Prancis (5,5 juta eruro).

Fini menyebutkan keberadaan produk organik lebih sering dijumpai di retail modern tertentu yang berkelas karena tergolong produk premium.

“Proses produksi dan cara budidaya organik dilakukan secara khusus, bebas bahan kimia, obat-obatan dan hormon sehingga produk tersebut bebas dari zat yang membahayakan kesehatan maka produk organik menjadi produk premium yang memiliki harga lebih tinggi daripada komoditas biasa,” kata Fini.

Namun dia mengingatkan produk organik perlu memiliki jaminan atas integritas sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat. “Untuk itu, pemerintah telah mengeluarkan Permentan No.64/2013 tentang Sistem Pertanian Organik,” katanya.

Tahun 2019 ini, Ditjen PKH telah memrogramkan peningkatan produksi komoditas organik subsektor peternakan melalui pilot projek di beberapa unit pengolahan di 6 provinsi antara lain, Pilot projek Sertifikasi Pupuk Organik di Jawa Barat (Kab Subang dan Kab Bandung), Bali (kab Tabanan), Kaltim (Kota Balikpapan), Riau (Kab Indragiri Hulu).

Kemudian, Pilot Projek Sertifikasi Susu kambing Organik, dengan lokasi Provinsi Jawa Timur (Kab Trenggalek); Serta Pilot projek Sertifikasi Daging Ayam Organik, dengan lokasi Provinsi Lampung (Kota Metro).

“Kegiatan pilot projek ini dimaksudkan untuk membangkitkan kelembagaan kelompok peternak untuk bisa mengelola usaha peternakan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas produksinya dalam menghasilkan produk organik,” ungkap Fini.

Bimbingan Teknis

Selain itu, Kementan juga memberikan bimbingan teknis yang diikuti dari Dinas yang membidangi fungsi Peternakan baik dari Provinsi maupun Kabupaten di Indonesia.

Informasi yang diberikan terkait Kebijakan Sistem Pertanian Organik Subsektor Peternakan; Perkembangan Sistem Pertanian Organik Komoditas Peternakan di Domestik dan Internasional; Strategi Membangun Bisnis Organik, Bedah Standar Aspek Peternakan Organik; Proses Pengolahan Pupuk Organik sesuai SNI, pengujian mutu serta pengujian efektivitas dalam rangka memperoleh izin edar/nomor pendaftaran, bahkan sukses story sebagai pemacu semangat untuk mencapai keberhasilan.

Melalui bimbingan teknis diharapkan dapat menyebarkan ilmu/pengetahuan terhadap pelaksanaan sistem organik, untuk mendorong peningkatan produksi komoditas organik subsektor peternakan di Indonesia.

“Kami telah membentuk Tim Teknis Pusat dan siap membina Unit Pengolahan Hasil (UPH). Untuk itu kami perlu dukungan konkrit dan berkesinambungan dari Dinas Daerah dengan membentuk Tim teknis di tingkat Provinsi/Kabupaten,” tuturnya.

 

Artikel ini telah tayang di www.suara.id dengan judul Kementan Dorong Penerapan Sistem Peternakan Organik

 

 

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Facebook
Facebook
Instagram