Ini Langkah Pemerintah Hadapi Revolusi Industri 4.0

POLITIKNKRI.com – Revolusi industri 4.0 sudah di depan mata. Mau tak mau pemerintah harus memiliki strategi jitu untuk mempersiapkan sumber daya manusia di Tanah Air lebih dalam menghadapi revolusi industri.

Terlebih, World Economic Forum pada tahun lalu memprediksi bahwa selama empat tahun ke depan akan ada 75 juta jenis pekerjaan akan hilang. Sebagai gantinya, 133 juta pekerjaan baru akan tercipta sebagai hasil dari perkembangan teknologi.

Bagaimana langkah tiap kementerian di Indonesia mengantisipasi hal ini dan menguatkan kualitas SDM Tanah Air?

Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Setiawan Wangsaatmaja mengatakan memang shifting pekerjaan tak terhindarkan. Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan salah satu aset penting dalam penyelenggaraan roda pemerintahan sebuah negara. Terlebih, saat ini dunia sedang mengadapi era disrupsi teknologi hingga munculnya Revolusi Industri 4.0.

Dalam rekrutmen ASN terdapat beberapa pekerjaan yang sifatnya rutinitas sudah ditutup pengadaannya karena sudah banyak atau sekitar 38% yang bersifat berkompetensi umum.

Kami tidak mengadakan lagi jabatan tertentu yang sifatnya tak up to date nantinya. Kami merekrut jabatan baru yang sifatnya computerized, ke depan akan lebih banyak. Ini sudah kami lakukan sejak 2014,” ujarnya, Selasa (12/3).

Kalau biasanya merekrut lima ASN untuk mengerjakan 1 pekerjaan, nantinya pihaknya akan merekrut 1 orang untuk mengerjakan pekerjaan itu. Pemerintah juga telah merancang road map program Smart ASN yang ditargetkan dapat terwujud pada tahun 2024.

Adapun kriterianya yaitu harus berintegritas, memiliki rasa nasionalisme tinggi, profesional, berwawasan global, memahami IT dan bahasa asing, hospitality, networking, dan entrepreneurship.

Smart ASN 2024 itu, pihaknya sudah mulai mempersiapkannya sejak tahap perencanaan dan perekrutan melalui penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mulai pendaftaran sudah online sampai seleksi juga sudah komputerisasi, dan terbukan. Hasilnya bisa lihat melalui proses rekrutmen. Kami ingin ASN yang diterima memiliki kriteria Smart ASN yang berintegritas, berwawasan global, serta memahami IT dan bahasa asing,” terangnya.

Selama periode 2014 – 2019, Pemerintah telah merekrut total 317.979 CPNS, dengan rincian sebanyak 53.804 pada tahun 2015, 51.444 pada tahun 2016, 33.155 pada tahun 2017, dan 179.576 pada tahun 2018. “Target kami, sebanyak 25% ASN di tahun 2024 sudah diisi anak-anak terbaik yang dimiliki oleh Bangsa ini,” ucap Setiawan.

Di sisi pendidikan, Sekjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Didik Suhardi menuturkan dalam menyiapkan SDM di era industri 4.0, pihaknya telah membekali melalui kurikulum 2013 yakni mereka harus

memiliki pemikiran kritis, skillnya yang banyak, kreativitas tinggi, dan kolaboratif.

Industri 4.0 harus memiliki itu. Kami sudah bekali di kurikulum 2013. Selain itu, anak Indonesia harus percaya diri dan mudah beradaptasi dengan perubahan yang ada. Akan terus kami sesuaikan dan perbaharui dengan kebutuhan di lapangan,” katanya.

Di tenaga pendidik, pihaknya memberi kesempatan guru untuk belajar ke luar negeri dan diklat kompetensi guru untuk meningkatkan kompetensi guru Tanah Air.

Artikel ini telah tayang di ekonomi.bisnis.com dengan judul Ini Langkah Pemerintah Hadapi Revolusi Industri 4.0

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Facebook
Facebook
Instagram