Indeks PMI Manufaktur Naik, Investasi Tumbuh Bikin Airlangga Makin Optimis

POLITIKNKRI.Com-Sepanjang Februari 2019, indeks pembelian manajer (Purchasing Managers’ Index/PMI) manufaktur Indonesia yang berada di level 50,1. Angka tersebut naik dari bulan sebelumnya yang berada di level 49,9, menandakan sektor manufatur tengah ekspansif.

“Kalau kita lihat PMI manufaktur mengalami kenaikan, kemudian investasi juga terus tumbuh, ini kabar gembira yang bisa membuat kita terus optimis,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (8/3/2019).

Indeks manufaktur yang dirilis setiap bulan memberikan gambaran tentang kinerja industri pengolahan di suatu negara, Indeks di atas 50 menunjukkan peningkatan di semua variabel survei.

Survei PMI manufaktur menggunakan data respons para manajer di bidang pembelian yang berasal dari 300 perusahaan manufaktur berbagai sektor, di antaranya industri logam dasar, kimia dan plastik, tekstil dan pakaian, serta makanan dan minuman.

PMI manufaktur Indonesia Januari 2019 sempat mengalami penurunan dibanding Desember 2018, namun menurut Airlangga, itu merupakan hal yang wajar. “Itu semacam siklus di setiap tahun, indeks PMI turun sedikit di Januari, tetapi nanti akan naik lagi. Jadi ini sesuatu yang biasa saja. Tahun-tahun sebelumnya semuanya indeks di atas 50 kecuali Januari,” ujarnya.

Airlangga menegaskan, aktivitas industri manufaktur mesti dilihat dalam jangka lebih panjang. Stagnansi aktivitas dalam hitungan sebulan tak serta merta menjadi kesimpulan. 

Tahun ini, Kementerian Perindustrian memroyeksi pertumbuhan industri manufaktur sebesar 5,4 persen. 

Subsektor yang diperkirakan tumbuh tinggi, antara lain industri makanan dan minuman, industri permesinan, industri tekstil dan pakaian jadi, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki, serta industri barang logam, komputer dan barang elektronika.

PMI Indonesia Februari lalu terlihat lebih baik dibanding kawasan Asia Tenggara yang turun ke posisi 49,6 dari bulan sebelumnya 49,7 atau terendah sejak Juli 2017. Di tingkat global, indeks manufaktur berada pada level 50,6 atau terendah sejak Juni 2016. Pelambatan ini diduga menggambarkan produksi manufaktur dunia yang stagnan di tengah perang dagang China – AS. 

Artikel ini telah tayang di www.suarakarya.id co.id dengan Indeks PMI Manufaktur Naik, Investasi Tumbuh Bikin Airlangga Makin Optimis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Instagram