Penghasilan Keuangan Menurun Drastis, Risiko Penyakit Jantung Meningkat

POLITIKNKRI.Com-Kehilangan pekerjaan atau krisis ekonomi membuat kondisi finansial pribadi menjadi carut-marut. Hati-hati, penghasilan menyusut drastis tidak hanya bikin pusing, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Di Amerika Serikat, meningkatnya kesenjangan ekonomi turut memompa pertumbuhan angka kemiskinan. Gaji naik-turun memang wajar, karena setiap orang tentu pernah mengalami jatuh-bangun dalam berkarier. Namun, data menunjukkan, ketidakstabilan pendapatan keuangan warga AS saat ini tengah mencapai rekor tertinggi sejak 1980.

Saat ekonomi gonjang-ganjing, kesehatan tubuh pun turut terkena dampaknya. Orang-orang yang mengalami penurunan penghasilan secara drastis tercatat mengalami risiko penyakit kardiovaskular dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan orang-orang yang pendapatannya stabil. Risiko terjadinya serangan jantung, stroke, gagal jantung, bahkan kematian cenderung lebih tinggi hingga 10 tahun setelah terjadinya penurunan penghasilan.

“Perubahan penghasilan menggambarkan adanya ancaman gangguan kesehatan yang tinggi,” ungkap Tali Elfassy, Ph.D., asisten profesor dari University of Miami Miller School of Medicine, Florida, AS.

Elfassy menganalisis data kesehatan dari 3.937 penduduk di empat kota AS, yakni Birmingham (Alabama), Minneapolis (Minnesota), Chicago (Illinois), dan Oakland (California). Data kesehatan ini diambil dari studi Coronary Artery Risk Development in Young Adults (CARDIA) yang telah berlangsung selama beberapa tahun. Para partisipan berusia 23-35 tahun saat studi ini dimulai pada tahun 1990.

Dilansir situs resmi American Heart Association, Elfassyy dan tim peneliti mengumpulkan data perubahan penhasilan keuangan sebanyak lima kali selama periode 1990 sampai 2005. Sedangkan selama periode 2005 sampai 2015, peneliti mengumpulkan data kasus gangguan kardiovaskular dan kematian yang dialami para partisipan. Data penyebab kematian juga dikumpulkan melalui rekam medis dan sertifikat kematian.

Dari hasil pengumpulan data menunjukkan, partisipan penelitian yang pernah mengalami penurunan pendapatan secara drastis cenderung mengalami gangguan kardiovaskular. Kondisi ini juga lebih banyak dialami wanita dan warga kulit hitam. Sementara itu, korelasi antara penurunan penghasilan dan penyakit jantung pada pria kulit putih jumlahnya tidak terlalu signifikan.

Sayangnya, studi bertajuk Associations of Income Volatility with Incident Cardiovascular Disease and All-Cause Mortality in a US Cohort: 1990 to 2015 ini hanya meneliti adanya korelasi antara perubahan penghasilan keuangan dengan kondisi kesehatan. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apa sebenarnya yang menyebabkan timbulnya penyakit jantung setelah keuangan mendadak anjlok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Facebook
Facebook
Instagram