Mengukur Seberapa Bahaya dan Pentingnya Memutihkan Pantat

POLITIKNKRI.com – Banyak pria dan wanita yang kurang percaya diri dengan warna kulit dari beberapa bagian tubuh mereka. Banyaknya orang yang menganggap tubuh mereka terlalu gelap menyebabkan banyak munculnya produk pemutih yang dijual di pasaran.


Adanya produk pemutih ini tak terkecuali juga terdapat pada bagian-bagian tubuh yang tak tampak secara langsung. Saat ini mudah ditemui pemutih untuk bagian tubuh seperti ketiak atau pantat. Bahkan jasa pemutih pantat juga bisa ditemui pada beberapa salon kecantikan.


Dilansir dari Health24, Graceanne Svendsen dari Shafer Plastic Surgery and Laser Center di New York City menyebut bahwa pemutihan terhadap organ-organ intim seseorang umum terjadi saat. Hal ini dilakukan baik oleh pria atau wanita.


Pemutihan bagian intim saat ini tengah populer,” jelas Svendsen.
Dalam proses pemutihan ini, sejumlah zat kimia tertentu dioleskan pada area kulit yang dituju semisal pantat, ketiak, atau pada organ kemaluan untuk membuat pigmen di wilayah tersebut jadi lebih terang. Sebagai prosedur kosmetik, produk pemutih pantat biasanya menggunakan hydroquinone atau asam kojic.


Sayangnya sejumlah kandungan produk tersebut tak bisa dikatakan aman sepenuhnya terhadap kulit. Bahkan kandungan dan dosis yang tak tepat bisa meningkatkan risiko kanker.


Percobaan pada tikus terhadap asam kojic dan hydroquinone menyebut bahwa hal ini dapat mengandung karsinogen -penyebab kanker- pada dosis yang tinggi,” jelas Dr. Rabia de Latour, asisten profesor klinis dari NYU Langone.


Untungnya, sebagian bahan perawatan yang dilakukan untuk memutihkan pantat ini memiliki dosis yang cukup rendah. Walau begitu, terdapat bahaya lain seperti iritasi kulit serta penyempitan pantat yang bisa menyebabkan konstipasi. Oleh karena itu, Latour menyarankan untuk melakukan proses pemutihan ini di profesional yang sudah terpercaya.


Lamanya perawatan untuk memutihkan pantat ini berbeda-beda tergantung warna kulit dan sel kulit yang dimiliki seseorang. Selain itu, pembaruan sel kulit yang berulang-ulang terjadi menjadikan proses ini harus dilakukan berulang dan tak akan bertahan lama. Walau begitu, Latour menyarankan untuk menghentikan perawatan ini jika kulit terasa terbakar atau tergelitik.


Prosedur pemutihan kulit ini dilakukan semata untuk alasan estetika dan sama sekali tak berhubungan dengan kesehatan. Untuk memperbaiki penampilan hal ini memang menarik, namun perlu kamu perhatikan juga efek samping yang muncul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Facebook
Facebook
Instagram