HUT ke 73 Marinir: Ini Alasan Mengapa Baret Korps Marinir Warna Ungu

Hari ini, Kamis (15/11/2018), Hari Ulang Tahun (HUT) ke 73 Koprs Marinir Tentara Negara Indonesia (TNI) Angkatan Laut (Kormar).

Korps Marinir menggunakan baret khas ungu, kenapa?

Pada 1958, warna ungu dipakai oleh Korps Marinir (ketika masih bernama KKO-AL) berupa pita sebagai kode pengamanan untuk mengadakan operasi pendaratan di PadangSumatera Barat dalam rangka Operasi 17 Agustus 1961.

Baret warna ungu untuk pertama kalinya dipergunakan oleh Batalyon-1 KKO-AL dalam Operasi Alugoro di Aceh. 
Selanjutnya baret tersebut dilengkapi emblem.

Pasukan Marinir TNI-AL melakukan atraksi ketangkasan gunakan sangkur pada perayaan HUT TNI ke-69 di Dermaga Layang Lantamal VI, Makassar, Sulsel, Selasa (7/10). Peringatan HUT TNI ini digelar secara serentak diseluruh Indonesia.
Pasukan Marinir TNI-AL melakukan atraksi ketangkasan gunakan sangkur pada perayaan HUT TNI ke-69 di Dermaga Layang Lantamal VI, Makassar, Sulsel, Selasa (7/10). Peringatan HUT TNI ini digelar secara serentak diseluruh Indonesia. (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Pada awalnya emblem Korps Marinir berbentuk segi lima merah berlambang topi baja Romawi dan dua pedang bersilang di tengahnya.

Pemasangan emblem di baret terletak di samping kiri depan.

Pada 1962, bertepatan HUT yang ke-17 KKO-AL, diadakan perubahan lambang emblem baret Keris Samudera dikelilingi oleh pita dengan tulisan “Jalesu Bhumyamca Jayamahe” dan terdapat tulisan “Korps Komando” di bawahnya.

Di antara tulisan Korps dengan Komando terdapat angka 1945 yang menandakan Korps Marinir lahir. Seluruh lambang dan tulisan emblem tersebut terbuat dari kuningan yang beralaskan warna merah segi lima.

Dilansir Wikipedia, Rabu (14/11/2018), Korps Marinir merupakan satu dari beberapa komando utama (Kotama) TNI Angkatan Laut.

Dalam struktur organisasi TNI AL, Korps Marinir sejajar dengan Kotama lain seperti (Koarmada I, Koarmada II, Koarmada III, Kolinlamil, Kodiklatal, Seskoal dan AAL).

Koprs Marinir memiliki slogan “Jalesu Bhumyamca Jayamahe” yang artinya “Di Laut dan Darat Kita Jaya”.

Markas Korps Marinir terletak di Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun, Kwitang, Jakarta Pusat, sebelumnya bernama Jalan Prapatan.

Saat ini Korps Marinir terdiri dari tiga Divisi:

– Pasukan Marinir 1 berada di Marunda, Jakarta Utara 
– Pasukan Marinir 2 berada di Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur
– Pasukan Marinir 3 berada di Sorong, Papua Barat

Cikal bakal Korps Marinir bermula pada 15 November 1945, di mana-mana Corps Mariniers tercantum dalam Pangkalan IV ALRI Tegal sehingga tanggal ini dijadikan sebagai hari lahir Korps Marinir.

Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertahanan No. A/565/1948 pada 9 Oktober 1948 ditetapkan adanya Korps Komando di dalam jajaran Angkatan Laut.

Korps Komando Angkatan Laut (KKO AL) kembali menggunakan nama Korps Marinir sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut No. Skep/1831/XI/1975 tanggal 15 November 1975.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 maka di seluruh pelosok Nusantara terbentuklah Badan-Badan perjuangan yang bertujuan mempertahankan kemerdekaan.

Di bidang kelautan, para pejuang laut yang terdiri dari para pemuda pelayaran, nelayan, bekas K.M, Kaigun, Heiho membentuk satuan-satuan di pangkalan seluruh Indonesia seperti Marine Keamanan Rakyat, Tentara Keamanan Rakyat, Corps Marinier, Pasukan Laut dan Korps Keamanan Pantai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Instagram