Refleksi HUT ke-73 Brimob, Ini Pesan Dansat Brimob Kaltim untuk Jajarannya

Rabu (14/11) Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri genap berusia 73 tahun. Meredam konflik jadi salah satu tugas pasukan khusus kepolisian tersebut.

Di tengah euforia perayaan hari jadi, Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Mulyadi mengingatkan seluruh jajarannya agar tak melupakan tanggungjawab besar di pundak prajurit. Ya, di depan mereka tengah menanti pesta demokrasi , Pemilu 2019.

“Di depan kita ada momen besar, Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif. Itu akan membawa maju atau mundur bangsa ini. Kita bertanggungjawab untuk kelancaran pesta demokrasi, yang dilaksanakan April 2019. Apapun yg terjadi kita harus amankan,” katanya kepada Tribun Kaltim, Selasa (13/11).

Selaku Dansat Brimob, Kombes Mulyadi menegaskan, tak ingin di Kalimantan Timur (Kaltim) terjadi chaos atau kerusuhan. Namun bila ada oknum atau kelompok mencoba melakukan provokasi, berarti harus siap berhadapan dengan Brimob Polda Kaltim.

“Itu berarti berhadapan dengan kita. Misi kami tetap sukseskan Pileg dan Pilpres 2019,” kata komandan yang memiliki 1.100 prajurit di wilayah Kaltim ini.

Lebih lanjut, Mulyadi menerangkan, Brimob merupakan kesatuan operasi khusus yang bersifat paramiliter milik Kepolisian Republik Indonesia. Beberapa tugas utamanya adalah penanganan terorisme domestik, penanganan kerusuhan, penegakan hukum berisiko tinggi, pencarian dan penyelamatan (SAR), penyelamatan sandera, dan penjinakan bom (EOD).

“Unit penjinakan bom, terorisme, anti huruhara, pengawalan dan penjagaan tengah disiapkan demi menjamin keamanan Pemilu 2019,” ujarnya.

“Sekarang sudah berjalan pengamanan kantor penyelenggara. Kita harap Pemilu 2019 sejuk damai, politisi dapat menciptakan kedamaian. Kaltim bagaimanampun kita jaga situasi kamtibmasnya. Kalau kita buat masalah, kita yang akan menimpanya pula,” imbau Mulyadi.

Berkaca pada pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kaltim yang baru saja digelar, Mulyadi tak sungkan mengucapkan terimakasih kepada warga daerah penghasil sumber daya alam terbesar di Indonesia ini.

Ia menilai masyarakat Kaltim dewasa menghadapi peristiwa politik. Kendati berbeda pandangan maupun pilihan. Namun di akhir kompetisi politik, tak ada konflik yang timbul di Kaltim. Hal itu cukup menggembirakan berbagai pihak, termasuk aparatur keamanan.

“Alhamdulillah, kondusif. Masyarakat sangat dewasa, itu membantu tugas kepolisian. Sehingga kemampuan khusus Brimob tak diturunkan. Itu artinya daerah kita aman, kalau sampai kami (Brimob) turun, artinya daerahnya tak aman. Saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat Kaltim yang sudah dewasa dalam berdemokrasi,” katanya memberi apresiasi kepada masyarakat Kaltim.

Mulyadi berpesan kepada prajuritnya agar mampu menunjukkan perannya menjadi pasukan yang bermanfaat bagi bangsa.

“Apapun yang dibutuhkan negara, entah itu mengatasi konflik sosial, menghadapi kelompok kriminal bersenjata, menghadapi musibah, Brimob harus bisa menunaikannya,” ujarnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Instagram