Drama Surabaya Membara Memakan Korban

Badan Penanggulangan Bencana Linmas Kota Surabaya merilis data korban akibat drama kolosal “Surabaya Membara” yang digelar di Viaduk Tugu Pahlawan, Jumat (9/11) malam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Linmas Kota Surabaya Eddy Christijanto seperti dilansir dari Antara, Sabtu (10/11) mengatakan data yang dimilikinya kejadian tersebut telah mengakibatkan tiga orang meninggal.

Selain itu, kejadian tersebut telah mengakibatkan belasan orang luka. Di RSUD. Dr. M. Soewandhie, jumlah korban luka yang sedang dirawat akibat kejadian tersebut mencapai 13 orang.

Di Instalasi Gawat Darurat Dr. Soetomo jumlah korban luka sebanyak tiga orang.  Korban luka sebagian besar mengalami patah tulang dan cidera.

Peringatan Malam Hari Pahlawan yang dirayakan dengan Drama Kolosal Surabaya Membara, di depan Tugu Pahlawan Surabaya menelan korban. Sejumlah warga yang menonton drama ini dari viaduk atau jalur atas jembatan perlintasan kereta api terjatuh bahkan juga ada yang terlindas kereta.

Sejumlah pejuang Indonesia melawan pasukan Inggris pada pementasan drama kolosal Surabaya Membara di Surabaya, Jawa Timur, Senin 911 malam. Drama kolosal yang menceritakan perjuangan rakyat Indonsesia melawan dan mempertahankan kemerdekaan tersebut dalam

Salah satu korban tabrakan kereta di viaduk gelaran Ahmad Nur Aziz (19) menceritakaningin mengabadikan potret Surabaya Membara jembatan kereta. Bersama dengan dia, ada puluhan orang yang juga menonton drama di atas jembatan.

Saat itulah, kereta melintas dan menabrak kerumunan penonton drama. Aziz yang kini dirawat di RS Umum Daerah Dr Soetomo Surabaya, mengalami nyeri di bahu kirinya. Ia menyebut, saat kereta lewat sebenarnya orang-orang sudah berada di pinggir viaduk menghindari tabrakan.

“Kami sudah minggir, setidaknya sudah aman tak sampai kena kereta,” kata dia, kepada awak media, Jumat (9/11) malam.

Namun kejadian jadi kocar-kacir ketika secara tiba-tiba dua orang berlari dari arah timur kerumunan orang. Dua orang itu diketahui menabrak Aziz dan sejumlah orang lainnya.

Azis mengatakan saat kereta datang yang dirasakannya seperti black out, ia tak sadarkan diri sesaat. Tapi ia tahu posisinya saat itu cukup aman.

“Saya mendengar bel kereta berbunyi, kereta juga berjalan pelan,” kata dia.Usai kereta melintas, Aziz mengaku belasan orang jatuh. Sedangkan dirinya selamat dan masih berada di atas viaduk. “Saya masih di atas sama satu orang lain, saya juga melihat orang yang terlindas kondisinya sudah mengenaskan. Ada juga belasan yang jatuh,” kata dia.Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Instagram