Hendak Serang Kantor Polisi dan Wihara, 2 Teroris Tewas Ditembak

politiknkri.com – Dua terduga teroris tewas usai baku tembak dengan polisi di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Dua pria itu diduga berencana menyerang Markas Polres Tanjungbalai dan Wihara Tanjung Balai.

Sebagaimana disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Jumat (19/10/2018), peristiwa ini bermula pada pemantauan polisi di rumah tersangka terorisme atas nama Hendry Syahli Manurung (26), di Jalan Pasar II, Lubuk Palas Gg (Rafa Pangkas) Komplek SD Desa Air Joman, Asahan, Kamis (18/10) kemarin.

“Pada saat dilakukan surveillance sambil menunggu tim tindak datang tiba-tiba tersangka an Hendri menghampiri anggota dan melakukan penyerangan terhadap petugas dengan menggunakan pisau,” kata Dedi.

Polisi melakukan tembakan peringatan, namun Hendry tak menggubris dan tetap menyerang. Polisi melepaskan tembakan yang melumpuhkan Hendry. Namun rekannya bernama Rival Alwis alias Rivai (23) datang dan membawa Hendry.

Saat lari terbirit-birit, empat buah bom pipa terjatuh dari tubuh Rivai dan Hendry. Tersangka terus berlari dan akhirnya bersembunyi di WC umum.

“Terdapat WC umum yang salah satu pintu kamar mandi yang mencurigakan, tidak bisa dibuka seperti terganjal,” kata Dedi.

Didobraklah pintu WC itu. Para tersangka mendadak melakukan penyerangan terhadap polisi dengan cara melepaskan tembakan. Sebuah bom pipa sempat dilemparkan ke arah personel polisi. Tembak-tembakan terjadi.

“Para tersangka kemudian dapat dilumpuhkan, dengan kemudian mengakibatkan para tersangka meninggal dunia,” kata dia. Dua jenazah diangkut ke RS Bhayangkara Polda Sumatera Utara di Medan.

Keduanya merupakan jaringan kelompok teror JAD (Jamaah Ansarut Daulah) Tanjung Balai. Keduanya juga masuk dalam daftar pencarian orang karena ikut mempersiapkan aksi penyerangan teror terhadap Kantor Polisi Tanjung Balai atau Wihara Tanjung Balai.

Barang bukti yang disita dari kedua tersangka adalah 5 bom pipa besi, 1 buah pisau,1 buah senjata pistol merk Browning kaliber 9 mm, dan dua butir peluru 9 mm dalam magazine pistol Browning. Mereka mempersiapkan bom pipa dengan bahan yang terpantau berupa pentul korek api yang digerus.

“Merupakan DPO ikut dalam mempersiapkan aksi penyerangan/teror yang direncanakan dengan target Mapolres Tanjung Balai dan atau Wihara Tanjungbalai,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Instagram